KUHUNI.COM – PT Unilever Indonesia Tbk (IDX: UNVR) mencatat laba sebesar Rp4,20 triliun selama sembilan bulan pertama 2026, meningkat dibandingkan Rp3,34 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan laba tersebut terjadi di tengah pertumbuhan penjualan bersih, tetapi laba bruto dan arus kas operasi justru mengalami penurunan.
Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 September 2026, penjualan bersih UNVR mencapai Rp25,75 triliun, naik sekitar 7,16% dibandingkan Rp24,03 triliun pada sembilan bulan 2025. Sementara itu, laba dari operasi yang dilanjutkan meningkat menjadi Rp3,31 triliun dari Rp3,00 triliun.
Laba periode berjalan juga ditopang oleh operasi yang dihentikan, termasuk laba penjualan operasi yang dihentikan sebesar Rp870,27 miliar. Karena itu, pertumbuhan laba total perlu dibedakan dari pertumbuhan laba bisnis yang dilanjutkan.
 |
| Kantor Pusat Unilever Indonesia. Sumber foto: unilever.co.id |
Penjualan UNVR Tumbuh 7,16%
Penjualan bersih PT Unilever Indonesia Tbk selama sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 mencapai Rp25.751.517 juta atau sekitar Rp25,75 triliun. Nilai tersebut meningkat Rp1,72 triliun dari Rp24.030.435 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski penjualan tumbuh, harga pokok penjualan naik lebih cepat. Beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp14,13 triliun dari Rp12,29 triliun, atau sekitar 14,98%. Kondisi ini membuat laba bruto turun tipis menjadi Rp11,62 triliun dari Rp11,74 triliun.
| Keterangan |
9M 2026 |
9M 2025 |
Perubahan |
| Penjualan bersih | Rp25,75 triliun | Rp24,03 triliun | +7,16% |
| Harga pokok penjualan | Rp14,13 triliun | Rp12,29 triliun | +14,98% |
| Laba bruto | Rp11,62 triliun | Rp11,74 triliun | -1,02% |
| Laba usaha | Rp4,09 triliun | Rp4,00 triliun | +2,21% |
| Laba dari operasi yang dilanjutkan | Rp3,31 triliun | Rp3,00 triliun | +10,57% |
| Laba dari operasi yang dihentikan | Rp887,86 miliar | Rp338,71 miliar | +162,17% |
| Laba periode berjalan | Rp4,20 triliun | Rp3,34 triliun | +25,96% |
Margin Laba Bruto Tertekan
Laba bruto UNVR turun sekitar 1,02% meskipun penjualan bersih meningkat. Berdasarkan perhitungan dari angka laporan, margin laba bruto turun menjadi sekitar 45,13% pada sembilan bulan 2026 dari 48,86% pada periode yang sama tahun 2025.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa kenaikan penjualan belum diikuti peningkatan laba bruto. Harga pokok penjualan bertambah lebih cepat daripada penjualan, sehingga porsi pendapatan yang tersisa setelah menutup biaya pokok menjadi lebih kecil.
Dari sisi beban operasional, beban pemasaran dan penjualan turun menjadi Rp5,25 triliun dari Rp5,57 triliun. Sebaliknya, beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp2,44 triliun dari Rp2,17 triliun.
Penghasilan atau beban lain-lain neto berubah dari beban Rp2,91 miliar pada 2025 menjadi penghasilan Rp158,53 miliar pada 2026. Perubahan ini membantu laba usaha naik menjadi Rp4,09 triliun dari