Daftar saham termahal di Indonesia menjadi salah satu informasi yang menarik bagi investor pasar modal. Berdasarkan harga penutupan saham 13 Oktober 2026, PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) menempati posisi pertama dengan harga Rp193.250 per saham. Nilai tersebut berada jauh di atas harga saham emiten lain dalam daftar.
Di bawah DCII, terdapat PT Solusi Tunas Pratama Tbk. (SUPR) dengan harga Rp43.850 per saham dan PT Akasha Wira International Tbk. (ADES) di level Rp35.600 per saham. Sejumlah emiten dari sektor pertambangan, properti, industri, dan keuangan juga masuk dalam daftar saham dengan harga nominal tertinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
| Ilustrasi Modal untuk Trading Saham |
Perlu dipahami, istilah saham termahal dalam artikel ini mengacu pada harga per lembar saham, bukan nilai kapitalisasi pasar atau ukuran perusahaan. Harga nominal yang tinggi juga tidak otomatis membuat suatu saham lebih baik atau lebih menguntungkan untuk investasi.
Daftar 10 Saham Termahal di Indonesia 2026
Berikut daftar 10 saham dengan harga penutupan tertinggi berdasarkan data perdagangan 13 Oktober 2026.
| Peringkat | Kode Saham | Nama Perusahaan | Harga Penutupan |
|---|---|---|---|
| 1 | DCII | PT DCI Indonesia Tbk. | Rp193.250 |
| 2 | SUPR | PT Solusi Tunas Pratama Tbk. | Rp43.850 |
| 3 | ADES | PT Akasha Wira International Tbk. | Rp35.600 |
| 4 | SCPI | PT Organon Pharma Indonesia Tbk. | Rp29.000 |
| 5 | ITMG | PT Indo Tambangraya Megah Tbk. | Rp25.600 |
| 6 | UNTR | PT United Tractors Tbk. | Rp24.800 |
| 7 | MKPI | PT Metropolitan Kentjana Tbk. | Rp20.650 |
| 8 | SMMA | PT Sinar Mas Multiartha Tbk. | Rp20.150 |
| 9 | GGRM | PT Gudang Garam Tbk. | Rp17.950 |
| 10 | UNIC | PT Unggul Indah Cahaya Tbk. | Rp15.000 |
DCII berada di posisi teratas dengan harga penutupan Rp193.250 per saham. Harga tersebut lebih dari empat kali lipat harga SUPR yang menempati urutan kedua. Sementara itu, UNIC melengkapi daftar 10 besar dengan harga Rp15.000 per saham.
20 Saham Termahal di BEI Berdasarkan Harga Penutupan
Selain 10 saham teratas, ada sejumlah emiten lain yang mencatatkan harga penutupan relatif tinggi. Berikut daftar 20 saham termahal di Indonesia berdasarkan data harga penutupan 13 Oktober 2026.
| Peringkat | Kode Saham | Nama Perusahaan | Harga Penutupan |
|---|---|---|---|
| 1 | DCII | PT DCI Indonesia Tbk. | Rp193.250 |
| 2 | SUPR | PT Solusi Tunas Pratama Tbk. | Rp43.850 |
| 3 | ADES | PT Akasha Wira International Tbk. | Rp35.600 |
| 4 | SCPI | PT Organon Pharma Indonesia Tbk. | Rp29.000 |
| 5 | ITMG | PT Indo Tambangraya Megah Tbk. | Rp25.600 |
| 6 | UNTR | PT United Tractors Tbk. | Rp24.800 |
| 7 | MKPI | PT Metropolitan Kentjana Tbk. | Rp20.650 |
| 8 | SMMA | PT Sinar Mas Multiartha Tbk. | Rp20.150 |
| 9 | GGRM | PT Gudang Garam Tbk. | Rp17.950 |
| 10 | UNIC | PT Unggul Indah Cahaya Tbk. | Rp15.000 |
| 11 | SINI | PT Singaraja Putra Tbk. | Rp14.250 |
| 12 | POLU | PT Golden Flower Tbk. | Rp14.025 |
| 13 | MGLV | PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk. | Rp13.150 |
| 14 | SRAJ | PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. | Rp13.000 |
| 15 | RDTX | PT Roda Vivatex Tbk. | Rp12.775 |
| 16 | MPRO | PT Maha Properti Indonesia Tbk. | Rp12.000 |
| 17 | AADI | PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. | Rp11.600 |
| 18 | BYAN | PT Bayan Resources Tbk. | Rp11.250 |
| 19 | DNET | PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. | Rp9.900 |
| 20 | LIFE | PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk. | Rp9.900 |
Dalam daftar 20 besar tersebut, saham dengan harga penutupan Rp9.900 per saham ditempati oleh DNET dan LIFE. Posisi ini menunjukkan bahwa rentang harga saham di kelompok atas BEI cukup lebar, mulai dari puluhan ribu rupiah hingga mendekati Rp200.000 per saham.
Mengenal 10 Saham Termahal di Indonesia
1. DCII — DCI Indonesia Tbk.
DCII menempati posisi pertama dalam daftar saham termahal di Indonesia dengan harga penutupan Rp193.250 per saham. DCI Indonesia bergerak di bidang pusat data atau data center, yaitu fasilitas yang mendukung penyimpanan, pemrosesan, dan pengelolaan data digital.
Bisnis pusat data berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur digital, termasuk komputasi awan dan layanan teknologi informasi. Namun, sebelum mempertimbangkan saham DCII, investor tetap perlu menilai kinerja keuangan, prospek usaha, valuasi, serta risiko yang melekat pada harga sahamnya.
2. SUPR — Solusi Tunas Pratama Tbk.
SUPR berada di urutan kedua dengan harga penutupan Rp43.850 per saham. Perusahaan ini bergerak di bidang infrastruktur telekomunikasi, termasuk penyediaan dan pengelolaan menara telekomunikasi.
Infrastruktur menara berperan dalam mendukung jaringan komunikasi seluler. Faktor seperti kebutuhan operator telekomunikasi, tingkat pemanfaatan menara, struktur pendanaan, dan kondisi keuangan perusahaan dapat menjadi bagian dari analisis investor terhadap saham SUPR.
3. ADES — Akasha Wira International Tbk.
ADES menempati peringkat ketiga dengan harga penutupan Rp35.600 per saham. Akasha Wira International dikenal melalui kegiatan usaha produk konsumen, termasuk air minum dalam kemasan serta produk kosmetik dan perawatan rambut.
Untuk menganalisis saham ADES, investor dapat memperhatikan pertumbuhan penjualan, margin keuntungan, persaingan pasar, dan kemampuan perusahaan menjaga kinerja bisnisnya. Harga per saham perlu dinilai bersama indikator keuangan lainnya agar memberikan gambaran yang lebih menyeluruh.
4. SCPI — Organon Pharma Indonesia Tbk.
SCPI berada di posisi keempat dengan harga penutupan Rp29.000 per saham. Perusahaan ini bergerak di bidang farmasi. Industri farmasi memiliki karakteristik tersendiri karena dipengaruhi oleh kebutuhan produk kesehatan, distribusi, regulasi, dan dinamika pasar obat.
Investor yang mempelajari saham SCPI sebaiknya memperhatikan laporan keuangan terbaru, kondisi operasional, serta informasi perusahaan yang tersedia melalui keterbukaan informasi BEI.
5. ITMG — Indo Tambangraya Megah Tbk.
ITMG mencatatkan harga penutupan Rp25.600 per saham dan menempati urutan kelima. Indo Tambangraya Megah merupakan perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batu bara.
Kinerja perusahaan batu bara dapat dipengaruhi oleh harga komoditas, volume produksi dan penjualan, biaya operasional, serta permintaan dari pasar domestik maupun ekspor. Faktor-faktor tersebut penting diperhatikan karena perubahan kondisi pasar komoditas dapat memengaruhi pendapatan dan profitabilitas.
6. UNTR — United Tractors Tbk.
United Tractors (UNTR) berada di peringkat keenam dengan harga penutupan Rp24.800 per saham. Kegiatan usahanya mencakup distribusi alat berat, kontraktor penambangan, pertambangan, dan sejumlah bisnis terkait.
Karena memiliki kegiatan usaha yang beragam, analisis terhadap UNTR dapat mencakup perkembangan penjualan alat berat, aktivitas pertambangan, kinerja kontraktor penambangan, serta kontribusi masing-masing segmen usaha terhadap hasil keuangan perusahaan.
7. MKPI — Metropolitan Kentjana Tbk.
MKPI menempati urutan ketujuh dengan harga penutupan Rp20.650 per saham. Metropolitan Kentjana dikenal sebagai perusahaan properti yang mengembangkan dan mengelola kawasan komersial serta properti lainnya.
Dalam menilai saham properti, investor dapat memperhatikan tingkat hunian, pendapatan berulang, penjualan properti, nilai aset, serta kondisi sektor real estat. Perubahan suku bunga dan daya beli juga dapat memengaruhi dinamika industri properti.
8. SMMA — Sinar Mas Multiartha Tbk.
SMMA berada di urutan kedelapan dengan harga penutupan Rp20.150 per saham. Sinar Mas Multiartha memiliki kegiatan usaha yang berkaitan dengan sektor jasa keuangan dan investasi.
Analisis saham perusahaan dengan kegiatan usaha yang beragam perlu mempertimbangkan komposisi bisnis, kinerja entitas terkait, kualitas aset, dan perkembangan kondisi keuangan. Investor juga sebaiknya membaca laporan perusahaan untuk memahami sumber pendapatan dan risiko usahanya.
9. GGRM — Gudang Garam Tbk.
GGRM menempati posisi kesembilan dengan harga penutupan Rp17.950 per saham. Gudang Garam merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri rokok.
Perkembangan bisnis perusahaan rokok dapat dipengaruhi oleh daya beli masyarakat, persaingan, biaya bahan baku, kebijakan cukai, serta regulasi terkait produk tembakau. Faktor-faktor tersebut dapat menjadi pertimbangan saat mengevaluasi prospek dan risiko saham GGRM.
10. UNIC — Unggul Indah Cahaya Tbk.
UNIC melengkapi daftar 10 saham termahal di Indonesia dengan harga penutupan Rp15.000 per saham. Unggul Indah Cahaya bergerak di industri kimia, khususnya produk yang berkaitan dengan bahan baku surfaktan.
Kinerja perusahaan di sektor kimia dapat dipengaruhi oleh harga bahan baku, permintaan industri, biaya energi, kapasitas produksi, dan kondisi pasar. Karena itu, investor perlu melihat perkembangan operasional dan keuangan UNIC, bukan hanya harga sahamnya.
Mengapa Harga Saham Bisa Sangat Tinggi?
Harga per lembar saham dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kinerja perusahaan, prospek pertumbuhan, ekspektasi investor, jumlah saham beredar, likuiditas perdagangan, dan kebijakan korporasi. Perbedaan jumlah saham beredar juga membuat harga per lembar tidak bisa digunakan sendirian untuk membandingkan ukuran dua perusahaan.
Selain itu, harga saham dapat berubah akibat aksi korporasi. Salah satu contohnya adalah stock split, yaitu pemecahan nilai nominal saham yang menambah jumlah lembar saham tanpa secara langsung mengubah nilai investasi pemegang saham pada saat aksi tersebut dilakukan. Sebaliknya, reverse stock split mengurangi jumlah lembar saham dan menaikkan harga per lembar secara proporsional, dengan asumsi faktor lain tidak berubah.
Dengan demikian, harga saham yang tinggi tidak selalu berarti perusahaan memiliki nilai bisnis lebih besar daripada perusahaan dengan harga saham lebih rendah. Penilaian tersebut memerlukan informasi tambahan, seperti kapitalisasi pasar, laba, arus kas, aset, kewajiban, dan prospek pertumbuhan.
Apakah Saham Termahal Selalu Bagus untuk Investasi?
Tidak. Harga per saham yang tinggi bukan jaminan bahwa suatu saham memberikan potensi keuntungan lebih besar. Investor perlu membedakan antara harga nominal, valuasi perusahaan, dan kualitas fundamental bisnis.
Beberapa indikator yang dapat dipertimbangkan sebelum berinvestasi antara lain:
- Kinerja keuangan: perhatikan pertumbuhan pendapatan, laba, arus kas, utang, dan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan.
- Valuasi: gunakan indikator yang sesuai, seperti rasio harga terhadap laba (PER) atau harga terhadap nilai buku (PBV), dengan mempertimbangkan karakteristik sektor usaha.
- Likuiditas saham: amati nilai dan volume transaksi serta selisih harga beli dan jual. Harga yang tinggi tidak selalu berarti saham mudah diperdagangkan.
- Prospek industri: pahami faktor ekonomi, regulasi, persaingan, dan tren yang memengaruhi bisnis perusahaan.
- Risiko investasi: sesuaikan keputusan dengan tujuan investasi, jangka waktu, dan toleransi risiko masing-masing.
Investor juga sebaiknya membaca laporan keuangan dan keterbukaan informasi perusahaan sebelum mengambil keputusan. Pergerakan harga pada masa lalu tidak menjamin hasil investasi di masa mendatang.
Perbedaan Saham Termahal dan Perusahaan dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar
Saham termahal dan perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar merupakan dua kategori yang berbeda. Saham termahal ditentukan berdasarkan harga satu lembar saham, sedangkan kapitalisasi pasar dihitung dari harga saham dikalikan jumlah saham beredar.
Sebagai ilustrasi, perusahaan dengan harga saham Rp1.000 dan jumlah saham beredar 100 miliar lembar memiliki kapitalisasi pasar Rp100 triliun. Sementara itu, perusahaan dengan harga saham Rp50.000 dan jumlah saham beredar 1 miliar lembar memiliki kapitalisasi pasar Rp50 triliun. Dalam contoh tersebut, harga saham perusahaan kedua lebih tinggi, tetapi kapitalisasi pasarnya lebih kecil.
Karena itu, daftar saham termahal di BEI tidak dapat langsung digunakan sebagai daftar perusahaan terbesar di Indonesia. Investor perlu menentukan terlebih dahulu apakah ingin membandingkan harga saham, nilai pasar perusahaan, atau kinerja fundamentalnya.
Serial Belajar Saham (Panduan Lengkap):
- Apa Itu Trading? Pengertian Trading untuk Pemula
- Apa Itu Trading Saham? Pengertian, Cara Kerja dan Contohnya untuk Pemula
- 20 Istilah Penting Dalam Saham yang Wajib Diketahui Pemula
- Panduan Lengkap Investasi Saham untuk Pemula
- Cara Trading Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap dari Nol
- Cara Main Saham Modal Kecil: Mulai Rp100 Ribu, Rp500 Ribu, atau Rp1 Juta
- 25 Aplikasi Trading Terpercaya dan Resmi di Indonesia yang Terdaftar OJK dan BEI
- Daftar Kode Broker Asing dan Lokal di Indonesia: Resmi Terdaftar di BEI dan OJK
- 12 Teknik Scalping Saham Paling Efektif untuk Dapat Cuan
- Analisis Teknikal untuk Pemula: Cara Membaca Grafik Saham dari Nol
Kesimpulan
Berdasarkan harga penutupan 13 Oktober 2026, DCII menjadi saham dengan harga per lembar tertinggi dalam daftar ini, yakni Rp193.250. Posisi berikutnya ditempati SUPR sebesar Rp43.850 dan ADES sebesar Rp35.600. Sementara itu, ITMG, UNTR, MKPI, SMMA, GGRM, dan UNIC melengkapi daftar 10 besar saham termahal di Indonesia.
Daftar tersebut menunjukkan perbedaan harga nominal yang cukup lebar di antara saham-saham yang tercatat di BEI. Meski demikian, harga per lembar bukan satu-satunya ukuran untuk menilai kualitas atau daya tarik investasi suatu saham. Analisis fundamental, valuasi, likuiditas, dan risiko tetap menjadi pertimbangan penting sebelum mengambil keputusan investasi.
Catatan: Harga saham dapat berubah pada setiap sesi perdagangan. Peringkat dalam artikel ini mengacu pada data harga penutupan tanggal 13 Oktober 2026.
0 comments
Posting Komentar