Apa Itu Take Profit? Pengertian, Cara Menggunakan dan Contohnya

Take profit adalah tindakan menjual saham setelah harga naik untuk mengunci keuntungan yang sudah diperoleh. Dalam trading saham, take profit menjadi salah satu bagian penting dari rencana transaksi karena keuntungan dari kenaikan harga baru benar-benar terealisasi setelah saham dijual.

Sederhananya, kalau stop loss digunakan untuk membatasi kerugian, maka take profit digunakan untuk mengamankan keuntungan.

Misalnya, seorang trader membeli saham di harga Rp1.000. Setelah beberapa waktu, harga naik menjadi Rp1.200. Jika trader menjual saham tersebut di Rp1.200, maka terdapat keuntungan Rp200 per saham sebelum memperhitungkan biaya transaksi.

OJK menjelaskan bahwa capital gain merupakan keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual saham. OJK juga menggunakan istilah “ambil untung” untuk tindakan menjual aset atau surat berharga pada saat harga tinggi untuk mendapatkan keuntungan.

pengertian take profit

Apa Itu Take Profit?

Take profit adalah strategi menjual saham pada harga yang telah ditentukan sebelumnya setelah harga saham naik sesuai target keuntungan.

Tujuan utamanya adalah mengubah keuntungan yang masih berada di atas kertas menjadi keuntungan yang sudah terealisasi.

Contohnya:

Keterangan Contoh
Harga beli Rp1.000
Target take profit Rp1.200
Harga jual Rp1.200
Keuntungan per saham Rp200

Kalau membeli 10 lot, berarti memiliki 1.000 lembar saham karena 1 lot saham terdiri dari 100 lembar.

Dengan demikian:

Keuntungan kotor = 1.000 × (Rp1.200 - Rp1.000)

= Rp200.000

Angka tersebut masih merupakan keuntungan kotor karena belum memperhitungkan biaya transaksi.

Laporan Keuangan Saham ARNA September 2026: Penjualan Rp2,51 Triliun, Laba Naik 22,82%

KUHUNI.COM – PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan selama sembilan bulan pertama 2026. Penjualan bersih perseroan meningkat 15,57% menjadi Rp2,51 triliun, sedangkan laba tahun berjalan naik 22,82% menjadi Rp375,88 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang tidak diaudit untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026, penjualan bersih ARNA mencapai Rp2.512.401.641.132. Pada Januari–September 2025, penjualan tercatat Rp2.173.867.053.047.

Pertumbuhan laba juga lebih tinggi daripada kenaikan penjualan. Laba tahun berjalan meningkat dari Rp306.026.761.601 menjadi Rp375.876.512.493. Sementara itu, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp369,62 miliar, naik 22,35% secara tahunan.

Contoh keramik produk Arwana. Sumber foto: arwanacitra.com 

Selain peningkatan penjualan dan laba, ARNA mencatat kenaikan laba usaha, perbaikan margin laba, serta arus kas operasi yang lebih besar. Namun, saldo kas dan setara kas pada akhir September 2026 turun dibandingkan akhir 2025, sementara total liabilitas meningkat.

Ringkasan Kinerja Keuangan ARNA September 2026

Berikut perbandingan kinerja keuangan konsolidasian ARNA untuk sembilan bulan pertama 2026 dan 2025. Seluruh angka disajikan dalam rupiah, kecuali laba per saham.

Pos Keuangan Jan–Sep 2026 Jan–Sep 2025 Perubahan Nominal Perubahan (%)
Penjualan bersih 2.512.401.641.132 2.173.867.053.047 +338.534.588.085 +15,57%
Beban pokok penjualan 1.716.277.556.898 1.514.203.239.677 +202.074.317.221 +13,35%
Laba kotor 796.124.084.234 659.663.813.370 +136.460.270.864 +20,69%
Beban penjualan 224.432.296.865 198.381.859.347 +26.050.437.518 +13,13%
Beban umum dan administrasi 76.277.847.576 64.875.697.112 +11.402.150.464 +17,58%
Rugi selisih kurs neto 16.825.903.435 6.837.092.674 +9.988.810.761 +146,10%
Laba usaha 485.304.012.877 393.267.333.593 +92.036.679.284 +23,40%
Laba sebelum pajak 488.021.699.508 393.093.309.040 +94.928.390.468 +24,15%
Beban pajak penghasilan neto 112.145.187.015 87.066.547.439 +25.078.639.576 +28,80%
Laba tahun berjalan 375.876.512.493 306.026.761.601 +69.849.750.892 +22,82%
Laba pemilik entitas induk 369.624.785.399 302.107.808.347 +67.516.977.052 +22,35%
Laba per saham Rp53,15 Rp42,87 +Rp10,28 +23,98%

Penjualan ARNA Tumbuh 15,57% Menjadi Rp2,51 Triliun

Penjualan bersih menjadi salah satu penopang kinerja ARNA selama Januari–September 2026. Perseroan membukukan penjualan Rp2,51 triliun, bertambah Rp338,53 miliar dibandingkan Rp2,17 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan Keuangan BOBA September 2026: Penjualan dan Laba Bersih Meningkat

Kuhuni.com - PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) membukukan peningkatan penjualan dan laba bersih selama sembilan bulan pertama 2026. Berdasarkan laporan keuangan periode yang berakhir pada 30 September 2026, penjualan dan pendapatan usaha perseroan mencapai Rp160,05 miliar.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Rp132,84 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, laba periode berjalan BOBA naik menjadi Rp17,20 miliar dari Rp16,70 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.

Laporan keuangan kuartal III 2026 tersebut berstatus tidak diaudit. Perbandingan kinerja dilakukan antara periode 1 Januari–30 September 2026 dan periode yang sama pada 2025.

Penjualan BOBA Naik 20,48% pada September 2026

Penjualan dan pendapatan usaha PT Formosa Ingredient Factory Tbk tercatat sebesar Rp160.045.280.655 hingga 30 September 2026. Pada periode yang sama tahun 2025, penjualan perseroan mencapai Rp132.838.256.385.

Dengan demikian, penjualan BOBA meningkat sekitar 20,48% secara tahunan, atau bertambah sekitar Rp27,21 miliar.

Pertumbuhan penjualan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung peningkatan laba kotor perseroan selama sembilan bulan pertama 2026.

Laporan Keuangan BOBA September 2026

Laba Bersih DMAS Meroket 184% Per September 2026

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatatkan peningkatan kinerja keuangan yang signifikan pada sembilan bulan pertama 2026. Berdasarkan laporan keuangan interim konsolidasian yang belum diaudit, pendapatan usaha perseroan mencapai Rp2,65 triliun hingga 30 September 2026, meningkat tajam dibandingkan Rp779,58 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti kenaikan laba bersih. Laba periode berjalan DMAS mencapai Rp1,49 triliun, dibandingkan Rp525,64 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Sementara itu, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp1,49 triliun, naik dari Rp525,14 miliar.

Di sisi neraca, total aset DMAS meningkat menjadi Rp8,44 triliun per 30 September 2026. Kas dan setara kas juga melonjak menjadi Rp1,81 triliun dari Rp377 miliar pada akhir 2025. Namun, kenaikan liabilitas dan perubahan sejumlah pos aset tetap menjadi bagian penting dalam membaca kondisi keuangan perusahaan.

Laporan keuangan saham DMAS September 2026

Ringkasan Laporan Keuangan DMAS September 2026

Berikut perbandingan kinerja laba rugi konsolidasian DMAS untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 dan periode yang sama tahun 2025.

Pos Keuangan 9M 2026 9M 2025 Perubahan
Pendapatan usahaRp2,648 triliunRp779,58 miliar+239,65%
Laba kotorRp1,622 triliunRp545,43 miliar+197,36%
Laba usahaRp1,336 triliunRp386,99 miliar+245,22%
Laba sebelum pajakRp1,528 triliunRp556,83 miliar+174,26%
Laba periode berjalanRp1,492 triliunRp525,64 miliar+183,87%
Laba untuk pemilik entitas indukRp1,491 triliunRp525,14 miliar+183,93%
Laba per saham dasarRp30,93Rp10,90+183,76%

Angka menunjukkan bahwa pendapatan DMAS meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba usaha dan laba bersih juga naik tajam, mencerminkan peningkatan hasil usaha selama sembilan bulan pertama 2026.

Bunga Deposito Bank Mega Terbaru, Minimal Setoran, dan Simulasi

Deposito Bank Mega atau Mega Depo merupakan produk simpanan berjangka dari PT Bank Mega Tbk yang tersedia dalam beberapa pilihan mata uang dan jangka waktu. Produk ini dapat menjadi pilihan bagi nasabah yang ingin menyimpan dana untuk kebutuhan masa depan dengan bunga yang ditentukan sesuai ketentuan saat pembukaan deposito.

Berapa bunga deposito Bank Mega terbaru? Berapa minimal setoran awalnya? Apakah pembukaan deposito melalui aplikasi M-Smile memberikan bunga lebih tinggi? Berikut informasi mengenai suku bunga deposito Bank Mega, pilihan tenor, minimal penempatan, simulasi bunga, pajak, biaya pencairan awal, serta ketentuan penjaminan LPS.

bunga deposito
Ilustrasi bunga deposito yang terus bertumbuh di tabungan deposito

Apa Itu Deposito Bank Mega?

Mega Depo adalah produk deposito berjangka yang ditawarkan Bank Mega untuk nasabah perorangan maupun nonperorangan. Dana ditempatkan selama jangka waktu tertentu, misalnya satu, tiga, enam, atau 12 bulan. Khusus deposito rupiah, tersedia pula pilihan tenor 24 bulan.

Selama dana ditempatkan, nasabah memperoleh bunga sesuai tingkat suku bunga dan ketentuan yang berlaku. Karena deposito memiliki jangka waktu, nasabah sebaiknya menggunakan dana yang tidak dibutuhkan untuk pengeluaran sehari-hari.

Bank Mega menyediakan pembukaan deposito melalui kantor cabang dan kanal digital M-Smile. Suku bunga serta ketentuan dapat berbeda menurut jenis deposito, nominal penempatan, mata uang, tenor, dan program yang berlaku.

Ringkasan Deposito Bank Mega

InformasiKeterangan
Nama produkMega Depo
BankPT Bank Mega Tbk
Jenis nasabahPerorangan dan nonperorangan
Minimal deposito rupiahRp8.000.000
Pilihan mata uangIDR, USD, SGD, AUD, EUR, GBP, JPY, dan CNY
Tenor rupiah1, 3, 6, 12, dan 24 bulan
Tenor valuta asingUmumnya 1, 3, 6, dan 12 bulan sesuai mata uang dan ketentuan produk
Metode perpanjanganNon-ARO, ARO, dan ARO Plus
Pencairan sebelum jatuh tempoDapat dikenakan penalti sesuai ketentuan bank
Penjamin simpananLembaga Penjamin Simpanan (LPS), jika memenuhi persyaratan penjaminan

Informasi produk dapat berubah mengikuti kebijakan Bank Mega. Sebelum membuka deposito, periksa kembali tingkat bunga, jumlah minimum penempatan, dan persyaratan yang ditampilkan pada kanal pembukaan rekening.

Bunga Deposito Bank Mega Terbaru

Bunga deposito Bank Mega ditentukan berdasarkan nominal dana dan jangka waktu. Nasabah perlu membedakan bunga deposito reguler dengan bunga khusus pembukaan melalui M-Smile karena keduanya memiliki tabel dan persyaratan yang berbeda.

1. Bunga Deposito Bank Mega Reguler dalam Rupiah

Berikut tabel bunga deposito rupiah reguler berdasarkan informasi produk Bank Mega yang tersedia. Angka bunga dinyatakan dalam persentase per tahun atau per annum (p.a.).

Tier Nominal Penempatan 1 Bulan 3 Bulan 6 Bulan 12 Bulan 24 Bulan
IDi bawah Rp100 juta1,50%1,50%1,50%1,25%1,25%
IIRp100 juta hingga di bawah Rp500 juta1,75%1,75%1,75%1,50%1,50%
IIIRp500 juta atau lebih2,00%2,00%2,00%1,75%1,75%

Tabel tersebut merupakan acuan bunga deposito reguler, bukan jaminan bahwa tingkat bunga yang sama akan selalu tersedia. Bank Mega menyatakan bahwa suku bunga dan biaya produk dapat berubah sesuai ketentuan yang berlaku.

IHSG Melonjak 5,65 Persen, tetapi Investor Asing Masih Jual Bersih Rp2,19 Triliun

JAKARTA, Kuhuni.com – Pasar saham Indonesia mencatat penguatan tajam pada perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melonjak 5,65% ke level 5.278,888.

Meski IHSG mengalami kenaikan lebih dari 5%, data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan investor asing masih melakukan jual bersih atau net sell. Nilai net sell asing pada perdagangan hari tersebut mencapai Rp2.192,99 miliar atau sekitar Rp2,19 triliun.

Kondisi ini menjadi perhatian karena penguatan IHSG yang sangat besar justru terjadi bersamaan dengan keluarnya dana asing secara neto dari pasar saham Indonesia.

Saham Cuan
Ilustrasi Grafik IHSG mengalami kenaikan. Kuhuni.com

IHSG Menguat 5,65 Persen

IHSG memulai perdagangan dengan level sebelumnya sebesar 4.996,609. Pada akhir perdagangan, indeks berhasil ditutup di level 5.278,888.

Data IHSG Nilai
Penutupan sebelumnya4.996,609
Penutupan 20 Oktober 20265.278,888
Kenaikan282,279 poin
Persentase kenaikan5,65%
Tertinggi5.278,888
Terendah4.980,163

Asing Net Sell Rp2,19 Triliun

Data net foreign menunjukkan investor asing berada di sisi penjual pada perdagangan 20 Oktober 2026. Posisi transaksi asing tercatat net sell Rp2.192,99 miliar.

Jika dikonversikan ke triliun rupiah, nilai tersebut setara sekitar Rp2,19 triliun. Dalam dolar AS, data BEI mencatat net sell sekitar US$121,79 juta berdasarkan kurs indikatif USD/IDR BI sebesar 18.006.

Tekanan jual asing juga masih terlihat secara kumulatif. Sepanjang tahun berjalan, investor asing tercatat melakukan net sell sekitar Rp92,11 triliun.

Kartu Kredit BRI 2026: Jenis, Biaya, dan Rekomendasi Terbaik

CC BRI Platinum
Kartu Kredit BRI Platinum

Kuhuni.com -
Kartu kredit adalah alat pembayaran yang bisa digunakan untuk 
melakukan transaksi belanja atau tarik tunai dengan sistem pinjaman. Kartu kredit diterbitkan oleh bank atau lembaga keuangan contohnya adalah Kartu Kredit BRI.

Tagihan kartu kredit biasanya harus dibayar sesuai jatuh tempo, dengan bunga tertentu jika pembayaran tidak penuh.

Kartu kredit menjadi salah satu instrumen keuangan yang banyak digunakan karena praktis, fleksibel, dan dilengkapi beragam promo menarik salah satunya tentu saja Kartu Kredit Bank BRI.

Kartu Kredit BRI 2026

Di tahun 2026, BRI menawarkan 6 pilihan kartu kredit dengan biaya dan fasilitas berbeda, mulai dari Easy Card hingga Visa Infinite. Semua kartu memiliki bunga transaksi ritel & tarik tunai sebesar 1,75% per bulan, minimum pembayaran 5% dari tagihan atau Rp50.000, serta jatuh tempo 17 hari sejak cetak tagihan.

Perbedaan utama terletak pada annual fee, biaya overlimit, biaya penggantian kartu, dan biaya kenaikan limit. Untuk pemula, Easy Card dan Touch menjadi pilihan paling terjangkau dengan annual fee Rp250.000. Jika sering bepergian di Asia, JCB Platinum cocok dengan tambahan benefit penggantian PIN gratis. Bagi profesional dengan gaya hidup mapan, Mastercard Platinum menawarkan keseimbangan antara biaya dan layanan.

Untuk kebutuhan perjalanan global dengan limit besar, ada World Access dengan annual fee Rp1 juta. Sementara itu, bagi kalangan prioritas, Visa Infinite menjadi simbol eksklusivitas dengan annual fee Rp2,4 juta dan berbagai fasilitas premium.

Dengan memahami struktur biaya ini, Anda bisa memilih kartu kredit BRI yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup. 

Laporan Keuangan BPFI September 2026: Laba Bersih Naik 89% Jadi Rp97,81 Miliar

PT Woori Finance Indonesia Tbk (BPFI) mencatat peningkatan kinerja keuangan selama sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan perusahaan naik menjadi Rp473,74 miliar hingga 30 September 2026, sementara laba tahun berjalan meningkat menjadi Rp97,81 miliar dibandingkan Rp51,81 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba tersebut terjadi bersamaan dengan ekspansi aset dan peningkatan piutang pembiayaan. Namun, investor juga perlu memperhatikan arus kas operasi yang mencatat arus keluar lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya serta kenaikan utang bank.

Laporan Keuangan BPFI September 2026

Ringkasan Kinerja Keuangan BPFI September 2026

Berikut sejumlah indikator utama dalam laporan keuangan BPFI per 30 September 2026 dan perbandingannya dengan periode sebelumnya.

Indikator2026PembandingPerubahan
PendapatanRp473,74 miliarRp332,70 miliarNaik 42,39%
Laba sebelum pajakRp119,01 miliarRp65,72 miliarNaik 81,10%
Laba tahun berjalanRp97,81 miliarRp51,81 miliarNaik 88,77%
Laba per saham dasarRp36,58Rp19,38Naik 88,75%
Total asetRp3,48 triliunRp2,74 triliunNaik 26,72%
Total liabilitasRp2,23 triliunRp1,58 triliunNaik 41,64%
Total ekuitasRp1,24 triliunRp1,17 triliunNaik 6,56%

Angka pendapatan, laba sebelum pajak, laba tahun berjalan, dan laba per saham membandingkan periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 dengan periode yang sama pada 2025. Sementara itu, aset, liabilitas, dan ekuitas dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2025.

Terbaru

      Konten Pilihan