Apa Itu Take Profit? Pengertian, Cara Menggunakan dan Contohnya
Take profit adalah tindakan menjual saham setelah harga naik untuk mengunci keuntungan yang sudah diperoleh. Dalam trading saham, take profit menjadi salah satu bagian penting dari rencana transaksi karena keuntungan dari kenaikan harga baru benar-benar terealisasi setelah saham dijual.
Sederhananya, kalau stop loss digunakan untuk membatasi kerugian, maka take profit digunakan untuk mengamankan keuntungan.
Misalnya, seorang trader membeli saham di harga Rp1.000. Setelah beberapa waktu, harga naik menjadi Rp1.200. Jika trader menjual saham tersebut di Rp1.200, maka terdapat keuntungan Rp200 per saham sebelum memperhitungkan biaya transaksi.
OJK menjelaskan bahwa capital gain merupakan keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual saham. OJK juga menggunakan istilah “ambil untung” untuk tindakan menjual aset atau surat berharga pada saat harga tinggi untuk mendapatkan keuntungan.
Apa Itu Take Profit?
Take profit adalah strategi menjual saham pada harga yang telah ditentukan sebelumnya setelah harga saham naik sesuai target keuntungan.
Tujuan utamanya adalah mengubah keuntungan yang masih berada di atas kertas menjadi keuntungan yang sudah terealisasi.
Contohnya:
| Keterangan | Contoh |
|---|---|
| Harga beli | Rp1.000 |
| Target take profit | Rp1.200 |
| Harga jual | Rp1.200 |
| Keuntungan per saham | Rp200 |
Kalau membeli 10 lot, berarti memiliki 1.000 lembar saham karena 1 lot saham terdiri dari 100 lembar.
Dengan demikian:
Keuntungan kotor = 1.000 × (Rp1.200 - Rp1.000)
= Rp200.000
Angka tersebut masih merupakan keuntungan kotor karena belum memperhitungkan biaya transaksi.





