Apa itu Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO)? Cek Cara Menghitung BOPO Bank Mandiri

 Apa itu Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional?

Istilah ini biasa dipakai di dunia perbankan atau laporan keuangan bank.
Sederhananya, ini adalah perbandingan antara biaya operasional bank dengan pendapatan operasionalnya.

  • Beban Operasional → biaya yang dikeluarkan bank untuk menjalankan usahanya sehari-hari.
    Misalnya: gaji pegawai, biaya listrik, biaya pemasaran, biaya IT, dan juga biaya bunga untuk simpanan nasabah.

  • Pendapatan Operasional → uang yang masuk ke bank dari kegiatan utama mereka.
    Misalnya: bunga pinjaman, biaya administrasi, komisi dari layanan, dan pendapatan lain yang terkait langsung dengan kegiatan bank.

cara menghitung bopo bank
Rumus menghitung BOPO Bank

Rumus sederhananya:

Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO)=Beban OperasionalPendapatan Operasional×100%\text{Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO)} = \frac{\text{Beban Operasional}}{\text{Pendapatan Operasional}} \times 100\%

Contoh gampang:

  • Misalnya sebuah bank mendapatkan Rp100 miliar pendapatan operasional.

  • Untuk itu, bank harus mengeluarkan biaya operasional sebesar Rp80 miliar.

Maka:

BOPO=80100×100%=80%BOPO = \frac{80}{100} \times 100\% = 80\%

Artinya, dari setiap Rp100 yang bank hasilkan, Rp80 habis untuk biaya, dan sisanya Rp20 yang bisa menjadi keuntungan (sebelum pajak).


Kenapa penting?

  • Semakin rendah rasio BOPO, berarti bank lebih efisien. Biaya yang dikeluarkan lebih kecil dibanding pendapatan, sehingga laba lebih besar.

  • Semakin tinggi BOPO, artinya biaya operasional terlalu besar, sehingga keuntungan jadi lebih kecil.

Di dunia perbankan, BOPO biasanya dijadikan ukuran efisiensi bank.
Bank yang sehat biasanya punya BOPO di bawah 80%–85%. Kalau di atas 90%–95%, itu sudah dianggap boros atau tidak efisien.


Analogi sehari-hari:

Bayangkan kamu punya warung kecil.

  • Sehari omzetnya Rp1.000.000 (ini pendapatan operasional).

  • Untuk belanja barang, bayar listrik, gaji pegawai, dan lain-lain, kamu keluar Rp800.000 (beban operasional).

Jadi sisa untungnya cuma Rp200.000. Itu artinya BOPO kamu 80%.
Kalau besok biaya naik jadi Rp950.000 sementara omzet tetap Rp1.000.000, maka BOPO jadi 95%. Untungnya tinggal Rp50.000 saja → makin tipis.

Cara Menghitung BOPO Bank

BOPO (Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional) adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dan kemampuan bank dalam melakukan kegiatan operasionalnya.

Rumus BOPO

$$\text{BOPO} = \left( \frac{\text{Beban Operasional}}{\text{Pendapatan Operasional}} \right) \times 100\%$$

Keterangan Komponen

  1. Beban Operasional: Seluruh biaya yang dikeluarkan bank untuk menjalankan kegiatan operasional utama, seperti:

    • Beban bunga (bunga simpanan/deposito).

    • Beban tenaga kerja/gaji pegawai.

    • Beban pemasaran dan promosi.

    • Beban administrasi dan umum.

    • Beban penyusutan dan pemeliharaan.

    • Beban cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN).

  2. Pendapatan Operasional: Seluruh pendapatan yang diperoleh dari kegiatan utama perbankan, seperti:

    • Pendapatan bunga (bunga pinjaman/kredit).

    • Pendapatan komisi, prospek, atau fee-based income.

    • Pendapatan dari transaksi valuta asing/divisa.

Standar Penilaian Rasio BOPO (BI / OJK)
Rasio BOPO dinyatakan dalam bentuk persentase. Semakin kecil nilai BOPO, semakin efisien bank tersebut.
  • ≤ 85% Sangat Sehat (Sangat Efisien)
  • 85% - 93% Sehat (Efisien)
  • 93% - 96% Cukup Sehat
  • 96% - 100% Kurang Sehat
  • > 100% Tidak Sehat (Beban > Pendapatan)
Catatan: Menurut standar regulator (BI/OJK), batas maksimal rasio BOPO yang tergolong ideal/efisien untuk perbankan di Indonesia umumnya berada di sekitar 83% - 85%.

Menghitung BOPO Bank Mandiri 2026

Mari kita hitung rasio BOPO (Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional) menggunakan data nyata dari Laporan Keuangan Konsolidasian Interim PT Bank Mandiri (Persero) Tbk untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026.



Langkah 1: Kenalan Dulu dengan Rumah Datanya

Untuk mencari angka Beban Operasional dan Pendapatan Operasional, kita harus melihat dokumen Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian (halaman 9 dan 10 dari dokumen PDF Bank Mandiri).
Laporan Keuangan Bank Mandiri 2026

Selanjutnya mari kita perhatikan halaman 10
Beban operasional Bank Mandiri


Semua angka di laporan keuangan Bank Mandiri ini dilaporkan dalam jutaan Rupiah.

Langkah 2: Menghitung Total Pendapatan Operasional

Pendapatan operasional adalah semua uang yang masuk ke bank dari hasil kegiatan utama mereka (seperti bunga pinjaman, biaya administrasi/provisi, pendapatan syariah, asuransi, dll).

Mari kita kumpulkan komponen pendapatannya dari laporan laba rugi per 30 September 2026:

  1. Pendapatan Bunga dan Pendapatan Syariah (Neto): Rp69.811.612 juta

  2. Pendapatan Asuransi - Neto: Rp710.313 juta

  3. Provisi dan Komisi: Rp19.457.934 juta

  4. Pendapatan dari kelompok nilai wajar melalui laba rugi neto: Rp5.255.310 juta

  5. Pendapatan Lain-lain: Rp10.313.652 juta

  6. Pembalikan penyisihan estimasi kerugian atas komitmen dan kontinjensi: Rp51.428 juta

  7. Pembalikan penyisihan lainnya dan kerugian risiko operasional - neto: Rp665.008 juta

  8. Keuntungan dari penjualan efek-efek dan obligasi pemerintah - neto: Rp418.279 juta

Sekarang, mari kita jumlahkan semua uang yang masuk ini (seperti menghitung total uang celengan):

$$\text{Total Pendapatan Operasional} = 69.811.612 + 710.313 + 19.457.934 + 5.255.310 + 10.313.652 + 51.428 + 665.008 + 418.279$$
$$\text{Total Pendapatan Operasional} = \mathbf{106.683.536} \text{ juta Rupiah}$$

Langkah 3: Menghitung Total Beban Operasional

Beban operasional adalah semua uang yang dikeluarkan oleh bank untuk modal beroperasi sehari-hari (seperti bayar gaji pegawai, biaya administrasi, cadangan kerugian kredit, dll).

Mari kita kumpulkan komponen bebannya dari laporan laba rugi per 30 September 2026:

  1. Pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN): Rp8.522.599 juta

  2. Beban gaji dan tunjangan: Rp16.794.206 juta

  3. Beban umum dan administrasi: Rp15.958.571 juta

  4. Beban operasional lainnya (Lain-lain): Rp7.559.983 juta

Sekarang, mari kita jumlahkan semua pengeluaran ini:

$$\text{Total Beban Operasional} = 8.522.599 + 16.794.206 + 15.958.571 + 7.559.983$$
$$\text{Total Beban Operasional} = \mathbf{48.835.359} \text{ juta Rupiah}$$

Langkah 4: Masukkan ke Rumus BOPO

Ingat kembali rumus BOPO yang sudah kita pelajari:

$$\text{BOPO} = \left( \frac{\text{Beban Operasional}}{\text{Pendapatan Operasional}} \right) \times 100\%$$
Masukkan angka-angka yang sudah kita hitung ke dalam rumus:

$$\text{BOPO} = \left( \frac{48.835.359}{106.683.536} \right) \times 100\%$$
$$\text{BOPO} = 0,457755 \times 100\%$$
$$\text{BOPO} = \mathbf{45,78\%}$$

Kesimpulan Angka

Hasil perhitungan rasio BOPO PT Bank Mandiri (Persero) Tbk per 30 September 2026 adalah 45,78%.

Artinya apa? Karena angka ini jauh di bawah 85%, bank Mandiri tergolong Sangat Sehat dan Sangat Efisien dalam mengelola biaya operasionalnya dibanding pendapatan yang mereka terima! Setiap Rp100 pendapatan yang masuk, biaya operasional yang dikeluarkan oleh bank hanya sekitar Rp45,78 saja.

Terbaru

      Konten Pilihan