OJK Sikat DSSA, BREN, dan CUAN dengan Denda Jumbo Rp 2,1 Triliun di Tengah Ancaman MSCI
Kuhuni.com, Jakarta — Praktik goreng-menggoreng saham di Pasar Modal Indonesia yang selama ini berhasil melambungkan kekayaan para konglomerat Tanah Air kini berbalik menjadi bumerang mematikan. Bursa Efek Indonesia (BEI) kini berada di ambang penyesuaian status (downgrade) yang mahal dari lembaga penyedia indeks global, MSCI Inc.
Melansir dari Bloomberg
dan diperkuat oleh data resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dugaan skema
perdagangan semu (wash trade) yang terstruktur ketat telah menyeret
nama-nama besar dari kalangan pialang hingga jajaran orang terkaya di
Indonesia.
![]() |
OJK dalam media briefing di Gedung Soemitro
Djojohadikusumo.Dok. OJK |
Awal Petaka Saham Gorengan & Peran Pialang
Dugaan rekayasa ini
mencuat saat kenaikan fantastis 5.000% terjadi pada saham produsen olahan
makanan, PT Abadi Lestari Indonesia (RLCO). Pada akhir Januari 2026, Samuel
Sekuritas merilis riset yang menyebut bahwa lonjakan saham Abadi baru permulaan
dan bakal meroket hingga 50,000% demi menembus indeks MSCI.
Namun, laporan Bloomberg mengungkapkan bahwa di balik layar, para trader Samuel Sekuritas diduga bekerja sama dengan manajemen Abadi untuk memompa harga dan merekayasa volume perdagangan. Dengan memanfaatkan akun atas nama orang lain (nominee accounts)—yang diduga menggunakan identitas asisten rumah tangga hingga sopir—serta portofolio nasabah, transaksi beli-jual buatan diciptakan.




