Market Cap BBCA Amblas Rp385 Triliun, Kekayaan Grup Djarum Menguap Rp211 Triliun
Kuhuni.com – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menghadapi tantangan berat sepanjang tahun 2026. Tekanan jual dari investor asing serta dinamika makroekonomi global membuat kinerja emiten perbankan big caps ini mengalami koreksi tajam.
Hingga penutupan perdagangan 27 Oktober 2026, harga saham BBCA parkir di level Rp4.900 per saham, ambles jauh dari posisi awal tahun yang berada di level Rp8.025 per saham. Koreksi harga ini tidak hanya memangkas nilai investasi para pemegang saham, tetapi juga menyeret turun kapitalisasi pasar (market cap) secara signifikan.
| Ilustrasi seorang trader mengalami kerugian di saham BBCA |
Berdasarkan perhitungan dari jumlah saham BBCA mencapai sekitar 123,28 miliar saham. Dengan menggunakan harga saham Rp8.025 pada 2 Januari 2026, kapitalisasi pasar BCA saat itu mencapai sekitar Rp989,28 triliun.
Sementara dengan harga penutupan Rp4.900 pada 27 Oktober 2026, kapitalisasi pasar BBCA turun menjadi sekitar Rp604,05 triliun.
Baca: Kredit BCA Tumbuh 12,6% Jadi Rp1.063 Triliun hingga September 2026, Laba Bersih Capai Rp45,2 Triliun
Dengan demikian, kapitalisasi pasar BCA telah berkurang sekitar Rp385,24 triliun atau turun sekitar 38,94% sejak awal tahun.




