Istilah ini biasa dipakai di dunia perbankan atau laporan keuangan bank.
Sederhananya, ini adalah perbandingan antara biaya operasional bank dengan pendapatan operasionalnya.
Artinya, dari setiap Rp100 yang bank hasilkan, Rp80 habis untuk biaya, dan sisanya Rp20 yang bisa menjadi keuntungan (sebelum pajak).
Bayangkan kamu punya warung kecil.
Jadi sisa untungnya cuma Rp200.000. Itu artinya BOPO kamu 80%.
Kalau besok biaya naik jadi Rp950.000 sementara omzet tetap Rp1.000.000, maka BOPO jadi 95%. Untungnya tinggal Rp50.000 saja → makin tipis.
Mari kita hitung rasio BOPO (Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional) menggunakan data nyata dari Laporan Keuangan Konsolidasian Interim PT Bank Mandiri (Persero) Tbk untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026.
Langkah 1: Kenalan Dulu dengan Rumah Datanya
Untuk mencari angka Beban Operasional dan Pendapatan Operasional, kita harus melihat dokumen Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian (halaman 9 dan 10 dari dokumen PDF Bank Mandiri).
 |
Laporan Keuangan Bank Mandiri 2026
|
Selanjutnya mari kita perhatikan halaman 10
 |
| Beban operasional Bank Mandiri |
Semua angka di laporan keuangan Bank Mandiri ini dilaporkan dalam jutaan Rupiah.
Langkah 2: Menghitung Total Pendapatan Operasional
Pendapatan operasional adalah semua uang yang masuk ke bank dari hasil kegiatan utama mereka (seperti bunga pinjaman, biaya administrasi/provisi, pendapatan syariah, asuransi, dll).
Mari kita kumpulkan komponen pendapatannya dari laporan laba rugi per 30 September 2026:
Pendapatan Bunga dan Pendapatan Syariah (Neto): Rp69.811.612 juta
Pendapatan Asuransi - Neto: Rp710.313 juta
Provisi dan Komisi: Rp19.457.934 juta
Pendapatan dari kelompok nilai wajar melalui laba rugi neto: Rp5.255.310 juta
Pendapatan Lain-lain: Rp10.313.652 juta
Pembalikan penyisihan estimasi kerugian atas komitmen dan kontinjensi: Rp51.428 juta
Pembalikan penyisihan lainnya dan kerugian risiko operasional - neto: Rp665.008 juta
Keuntungan dari penjualan efek-efek dan obligasi pemerintah - neto: Rp418.279 juta
Sekarang, mari kita jumlahkan semua uang yang masuk ini (seperti menghitung total uang celengan):
$$\text{Total Pendapatan Operasional} = 69.811.612 + 710.313 + 19.457.934 + 5.255.310 + 10.313.652 + 51.428 + 665.008 + 418.279$$
$$\text{Total Pendapatan Operasional} = \mathbf{106.683.536} \text{ juta Rupiah}$$
Langkah 3: Menghitung Total Beban Operasional
Beban operasional adalah semua uang yang dikeluarkan oleh bank untuk modal beroperasi sehari-hari (seperti bayar gaji pegawai, biaya administrasi, cadangan kerugian kredit, dll).
Mari kita kumpulkan komponen bebannya dari laporan laba rugi per 30 September 2026:
Pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN): Rp8.522.599 juta
Beban gaji dan tunjangan: Rp16.794.206 juta
Beban umum dan administrasi: Rp15.958.571 juta
Beban operasional lainnya (Lain-lain): Rp7.559.983 juta
Sekarang, mari kita jumlahkan semua pengeluaran ini:
$$\text{Total Beban Operasional} = 8.522.599 + 16.794.206 + 15.958.571 + 7.559.983$$
$$\text{Total Beban Operasional} = \mathbf{48.835.359} \text{ juta Rupiah}$$
Langkah 4: Masukkan ke Rumus BOPO
Ingat kembali rumus BOPO yang sudah kita pelajari:
$$\text{BOPO} = \left( \frac{\text{Beban Operasional}}{\text{Pendapatan Operasional}} \right) \times 100\%$$
Masukkan angka-angka yang sudah kita hitung ke dalam rumus:
$$\text{BOPO} = \left( \frac{48.835.359}{106.683.536} \right) \times 100\%$$
$$\text{BOPO} = 0,457755 \times 100\%$$
$$\text{BOPO} = \mathbf{45,78\%}$$
Kesimpulan Angka
Hasil perhitungan rasio BOPO PT Bank Mandiri (Persero) Tbk per 30 September 2026 adalah 45,78%.
Artinya apa?
Karena angka ini jauh di bawah 85%, bank Mandiri tergolong Sangat Sehat dan Sangat Efisien dalam mengelola biaya operasionalnya dibanding pendapatan yang mereka terima! Setiap Rp100 pendapatan yang masuk, biaya operasional yang dikeluarkan oleh bank hanya sekitar Rp45,78 saja.