Dividen BBRI dari Tahun ke Tahun: Riwayat, Pertumbuhan dan Dividend Payout Ratio

Dividen BBRI dari tahun ke tahun menjadi salah satu informasi yang banyak dicari investor, terutama investor yang ingin mendapatkan keuntungan bukan hanya dari kenaikan harga saham, tetapi juga dari pembagian dividen.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan kode saham BBRI dikenal sebagai salah satu bank besar di Bursa Efek Indonesia yang selalu royal membagikan dividen dua kali setahun.

Menariknya, dividen BBRI mengalami perubahan cukup besar dari waktu ke waktu. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah dividen per saham BBRI meningkat cukup tajam.

Dividen BBRI dari Tahun ke Tahun
Dividen BBRI dari Tahun ke Tahun

Namun, apakah kenaikan tersebut berarti BBRI bisa disebut sebagai saham dividen? Bagaimana pertumbuhan dividennya dari tahun ke tahun? Dan apakah BBRI cocok untuk investor yang ingin berinvestasi jangka panjang dengan mengandalkan dividen?

Artikel ini akan membahasnya berdasarkan data historis dividen BBRI.

Daftar Dividen BBRI dari Tahun ke Tahun

Berikut dividen BBRI dari tahun ke tahun yang sudah dibagikan ke investor.

Periode Dividen

Cum Dividen

Dividend Payout Ratio (%)

Dividen per Saham (IDR)

2025 Final

April 20, 2026

91.97

209.00

2025 Interim

December 29, 2025

-

137.00

2024 Final

April 10, 2025

86

208.4

2024 Interim

December 24, 2024

-

135.00

2023 Final

March 13, 2024

80.04

235.00

2023 Interim

December 29, 2023

-

84.00

2022 Final

March 21, 2023

85

231.22

2022 Interim

January 9, 2023

-

57.00

2021 Final

March 10, 2022

85

174.25

2020 Final

April 5, 2021

65

96.49

2019 Final

February 26, 2020

60

164.10

2018 Final

May 23, 2019

50

128.95

2017 Final

March 29, 2018

45

104.14

2016 Final

March 22, 2017

40

83.63

2015 Final

March 31, 2016

30

60.81

2014 Final

March 26, 2015

30

57.52

2013 Final

April 28, 2014

30

50.21

2012 Final

March 26, 2013

30

43.95

2011 Final

April 26, 2012

20

23.86

2010 Final

May 27, 2011

20

13.67

2010 Interim

December 19, 2010

-

4.48

2009 Final

June 28, 2010

30

12.89

2009 Interim

November 30, 2009

-

4.46

2008 Final

June 16, 2009

35

16.50

2007 Final

June 18, 2008

50

19.15

2006 Final

June 13, 2007

50

16.88

2005 Final

June 21, 2006

50

15.24

2004 Final

June 16, 2005

50

14.92

2003 Final

July 6, 2004

75

8.21

 

Analisis Dividen BBRI dari Tahun ke Tahun

TahunDividen Final (Rp)Dividen Interim (Rp)Total Dividen (Rp/Saham)Pertumbuhan DividenDividend Payout Ratio
2025209,00137,00346,000,76%91,97%
2024208,40135,00343,407,65%86,00%
2023235,0084,00319,0010,68%80,04%
2022231,2257,00288,2265,41%85,00%
2021174,25-174,2580,59%85,00%
202096,49-96,49-41,20%65,00%
2019164,10-164,1027,26%60,00%
2018128,95-128,9523,82%50,00%
2017104,14-104,1424,52%45,00%
201683,63-83,6337,53%40,00%
201560,81-60,815,72%30,00%
201457,52-57,5214,56%30,00%
201350,21-50,2114,24%30,00%
201243,95-43,9584,20%30,00%
201123,86-23,8631,46%20,00%
201013,674,4818,154,61%20,00%
200912,894,4617,355,15%30,00%
200816,50-16,50-13,84%35,00%
200719,15-19,1513,45%50,00%
200616,88-16,8810,76%50,00%
200515,24-15,242,14%50,00%
200414,92-14,9281,73%50,00%
20038,21-8,21-75,00%

Catatan: pertumbuhan dividen dihitung berdasarkan total dividen per saham dibandingkan total dividen tahun sebelumnya. Untuk tahun yang memiliki dividen interim, dividen interim dan final dijumlahkan.

Baca Juga: 20 Dividen Saham Terbesar 2026


Dividen BBRI Terus Naik atau Turun?

Jika melihat perjalanan panjangnya, dividen BBRI secara umum menunjukkan tren meningkat dalam jangka panjang.

Pada 2003, total dividen BBRI tercatat sekitar Rp8,21 per saham.

Pada 2025, total dividen yang diterima pemegang saham mencapai Rp346 per saham.

Artinya, dalam periode tersebut jumlah dividen per saham meningkat lebih dari 40 kali lipat.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa BBRI telah mengalami pertumbuhan kemampuan membayar dividen dalam jangka panjang. Namun, perjalanan tersebut tidak selalu mulus.

Ada beberapa tahun ketika dividen BBRI mengalami penurunan.

Contohnya terjadi pada:

  • 2008: turun 13,84%

  • 2020: turun 41,20%

Penurunan pada 2020 menjadi salah satu yang paling besar dalam data historis ini.

Setelah itu, dividen kembali meningkat.

Pada 2021, dividen naik sekitar 80,59% menjadi Rp174,25 per saham.

Kemudian pada 2022 kembali naik 65,41% menjadi Rp288,22 per saham.

Artinya, investor tidak bisa menganggap dividen saham akan selalu naik setiap tahun. Ada periode tertentu ketika jumlah dividen dapat turun.

Baca: Dividen BJBR dari Tahun ke Tahun: Lengkap Dividen Per Saham dan Dividend Yield


Dividen BBRI 2025 Mencapai Rp346 Per Saham

Pada 2025, BBRI membagikan:

  • Dividen interim: Rp137 per saham

  • Dividen final: Rp209 per saham

Jika keduanya dijumlahkan:

Rp137 + Rp209 = Rp346 per saham

Total tersebut meningkat dari Rp343,40 per saham pada 2024.

Kenaikannya hanya sekitar:

0,76%

Ini menjadi hal menarik.

Walaupun jumlah dividen BBRI masih meningkat, pertumbuhannya jauh lebih lambat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Sebagai contoh:

  • 2022 naik 65,41%

  • 2023 naik 10,68%

  • 2024 naik 7,65%

  • 2025 naik hanya 0,76%

Dengan demikian, dalam beberapa tahun terakhir terlihat bahwa pertumbuhan dividen BBRI mulai melambat.

Ini bukan berarti dividen BBRI berhenti tumbuh. Dividennya masih naik, tetapi kenaikannya jauh lebih kecil dibandingkan periode sebelumnya.

Baca Juga: 46 Daftar Saham Perbankan Indonesia: Lengkap dengan Jumlah Saham, Tanggal IPO dan Papan Pencatatan


Pertumbuhan Dividen BBRI dari Tahun ke Tahun

Jika kita melihat data historis, pertumbuhan dividen BBRI cukup menarik.

Beberapa periode mencatat kenaikan yang sangat besar.

2012: Dividen naik 84,20%

Dividen naik dari Rp23,86 pada 2011 menjadi Rp43,95 pada 2012.

Kenaikannya mencapai sekitar 84,20%.

2016: Dividen naik 37,53%

Dividen meningkat dari Rp60,81 menjadi Rp83,63 per saham.

2017: Dividen naik 24,52%

Dividen kembali naik menjadi Rp104,14.

2018: Dividen naik 23,82%

Dividen meningkat menjadi Rp128,95.

2019: Dividen naik 27,26%

Dividen kembali meningkat menjadi Rp164,10.

Namun kemudian terjadi penurunan cukup besar pada 2020.

2020: Dividen turun 41,20%

Dividen turun dari Rp164,10 menjadi Rp96,49.

Ini merupakan salah satu contoh bahwa pertumbuhan dividen tidak selalu berjalan lurus ke atas.

Setelah itu terjadi pemulihan yang sangat kuat.

2021: naik 80,59%

Dividen meningkat menjadi Rp174,25.

2022: naik 65,41%

Dividen kembali meningkat menjadi Rp288,22.

Setelah kenaikan besar tersebut, pertumbuhan mulai lebih moderat.

  • 2023: +10,68%

  • 2024: +7,65%

  • 2025: +0,76%

Jadi, jika hanya melihat beberapa tahun terakhir, pertumbuhan dividen BBRI cenderung melambat.

Baca: Histori Dividen BBNI dari Tahun ke Tahun: Analisis Dividen Per Lembar dan Keuntungannya


Seberapa Besar Pertumbuhan Dividen BBRI dalam 10 Tahun?

Untuk melihat pertumbuhan jangka panjang dengan lebih jelas, kita bisa membandingkan dividen 2015 dengan 2025.

Pada 2015:

Rp60,81 per saham

Pada 2025:

Rp346 per saham

Dalam 10 tahun, dividen meningkat sekitar 469%.

Dengan kata lain, jumlah dividen per saham BBRI pada 2025 sekitar 5,69 kali dibandingkan 2015.

Jika dihitung menggunakan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk atau CAGR, pertumbuhan dividen sekitar 19% per tahun selama periode 2015–2025.

Angka ini menunjukkan bahwa secara historis pertumbuhan dividen BBRI dalam jangka panjang cukup besar.

Tetapi investor perlu memahami satu hal penting:

Pertumbuhan dividen masa lalu tidak menjamin dividen akan tumbuh dengan tingkat yang sama di masa depan.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Dividen dari Saham


Dividend Payout Ratio BBRI dari Tahun ke Tahun

Selain melihat jumlah dividen, investor juga perlu melihat Dividend Payout Ratio (DPR).

Dividend Payout Ratio adalah rasio yang menunjukkan berapa bagian laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen.

Sederhananya:

Semakin tinggi payout ratio, semakin besar bagian laba yang dibagikan sebagai dividen.

Data BBRI menunjukkan perubahan payout ratio yang cukup besar.

Pada beberapa tahun awal, payout ratio berada di sekitar 30% sampai 50%.

Kemudian pada periode yang lebih baru, payout ratio meningkat.

TahunDividend Payout Ratio
202591,97%
202486%
202380,04%
202285%
202185%
202065%
201960%
201850%
201745%
201640%
201530%

Dari data tersebut terlihat adanya perubahan kebijakan pembagian laba.

Pada 2015, payout ratio tercatat sekitar 30%.

Pada 2025, angkanya sudah mencapai 91,97%.

Artinya, porsi laba yang dibagikan kepada pemegang saham jauh lebih besar dibandingkan satu dekade sebelumnya.


Apa Arti Dividend Payout Ratio BBRI 91,97%?

Angka 91,97% merupakan angka yang sangat penting ketika membahas BBRI sebagai saham dividen.

Secara sederhana, jika perusahaan menghasilkan laba Rp100, maka sekitar Rp91,97 dari laba tersebut dibagikan sebagai dividen berdasarkan rasio tersebut.

Namun, investor tidak boleh langsung menyimpulkan bahwa payout ratio yang semakin tinggi selalu semakin baik.

Ada dua sisi yang perlu dilihat.

Di satu sisi, payout ratio tinggi berarti pemegang saham mendapatkan porsi laba yang lebih besar dalam bentuk dividen.

Di sisi lain, semakin besar laba yang dibagikan, semakin kecil bagian laba yang ditahan perusahaan untuk kebutuhan modal, ekspansi, atau memperkuat permodalan.

Untuk perusahaan perbankan, masalah permodalan juga penting karena bank harus menjaga rasio dan ketentuan prudensial yang berlaku.


Apakah BBRI Bisa Disebut Saham Dividen?

Berdasarkan data historis yang diberikan, BBRI memiliki karakteristik sebagai saham pembayar dividen yang kuat.

Alasannya terlihat dari beberapa hal.

Pertama, BBRI mempunyai sejarah pembagian dividen yang panjang.

Kedua, jumlah dividen per saham dalam jangka panjang mengalami peningkatan yang sangat besar.

Ketiga, dalam beberapa tahun terakhir BBRI membagikan dividen interim dan final.

Keempat, payout ratio BBRI meningkat secara signifikan.

Kelima, pada 2025 total dividen mencapai Rp346 per saham.

Namun, istilah "saham dividen" perlu dibedakan dari "saham dengan dividend yield tinggi".

Ini penting.

Saham dapat membayar dividen besar tetapi dividend yield-nya belum tentu tinggi jika harga sahamnya juga tinggi.

Dividend yield secara sederhana dihitung:

Dividend Yield = Dividen per Saham ÷ Harga Saham × 100%

Jadi, untuk mengetahui apakah BBRI memberikan yield yang tinggi, investor perlu memasukkan harga beli saham BBRI.

Sebagai contoh sederhana, apabila seseorang membeli BBRI pada harga Rp5.000 dan mendapatkan dividen Rp346 per saham, maka:

Rp346 ÷ Rp5.000 × 100% = 6,92%

Tetapi apabila membeli pada harga Rp7.000:

Rp346 ÷ Rp7.000 × 100% = 4,94%

Dividennya sama, tetapi dividend yield yang diterima investor berbeda karena harga belinya berbeda.


Apakah BBRI Cocok untuk Investasi Jangka Panjang dari Dividen?

Jika tujuan investor adalah memiliki saham untuk jangka panjang dan mendapatkan tambahan penghasilan dari dividen, sejarah BBRI menunjukkan bahwa perusahaan mempunyai rekam jejak pembagian dividen yang panjang.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Dividen BBRI tidak selalu naik

Data historis menunjukkan bahwa dividen pernah turun.

Pada 2020, misalnya, dividen turun sekitar 41,20%.

Jadi, investor tidak boleh menganggap Rp346 per saham pada 2025 sebagai angka yang pasti akan diterima setiap tahun.

2. Pertumbuhan dividen mulai melambat

Kenaikan dividen:

  • 2022: 65,41%

  • 2023: 10,68%

  • 2024: 7,65%

  • 2025: 0,76%

Terlihat bahwa pertumbuhan dividen dalam tiga tahun terakhir semakin kecil.

3. Payout ratio sudah tinggi

Payout ratio meningkat dari 30% pada 2015 menjadi 91,97% pada 2025.

Ini menunjukkan porsi laba yang dibagikan kepada pemegang saham semakin besar.

Investor perlu memperhatikan apakah tingkat payout tersebut dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

4. Harga saham tetap penting

Investor yang membeli BBRI bukan hanya harus melihat dividen.

Harga beli juga menentukan dividend yield dan total keuntungan investasi.

Jika harga saham naik, investor bisa mendapatkan capital gain.

Sebaliknya, jika harga saham turun cukup besar, dividen yang diterima belum tentu mampu menutupi penurunan harga saham tersebut.

Karena itu, investasi jangka panjang pada BBRI sebaiknya tidak hanya didasarkan pada besarnya dividen.


Kesimpulan Dividen BBRI dari Tahun ke Tahun

Jika melihat data dari 2003 sampai 2025, perjalanan dividen BBRI menunjukkan pertumbuhan jangka panjang yang sangat besar.

Dividen meningkat dari hanya Rp8,21 per saham pada 2003 menjadi Rp346 per saham pada 2025.

Dalam 10 tahun terakhir, dari 2015 sampai 2025, dividen meningkat sekitar 469%, dengan pertumbuhan tahunan majemuk sekitar 19%.

Sementara itu, Dividend Payout Ratio BBRI meningkat dari 30% pada 2015 menjadi 91,97% pada 2025.

Dari sisi sejarah pembagian dividen, BBRI dapat dikategorikan sebagai saham yang memiliki rekam jejak dividen yang kuat dan panjang.

Tetapi bagi investor yang ingin menjadikan dividen sebagai sumber penghasilan jangka panjang, jangan hanya melihat jumlah dividen.

Perhatikan juga harga beli saham, dividend yield, pertumbuhan laba, payout ratio, kondisi bisnis bank, serta kemampuan perusahaan mempertahankan pembagian dividen di masa depan.

Dengan kata lain, pertanyaan yang lebih tepat bukan hanya:

"Berapa dividen BBRI?"

Tetapi juga:

"Berapa dividend yield yang saya dapatkan dari harga beli saya, dan apakah dividen tersebut dapat terus bertumbuh?"

Itulah yang menjadi kunci ketika menggunakan BBRI sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang berbasis dividen.

Disclaimer: Artikel ini bertujuan sebagai informasi edukasi dan bukan  rekomendasi atau perintah jual atau beli saham tertentu. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Redaksi kuhuni.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi pembaca.

0 comments

Posting Komentar

Terbaru

      Konten Pilihan