10 Saham yang Menekan IHSG, BYAN Jadi Pemberat Terbesar

JAKARTA, Kuhuni.com — Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan 21–25 September 2026 turut dipengaruhi penurunan sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG turun 3,09% selama sepekan dan ditutup di level 6.241,892.

Dalam data index movers BEI, BYAN menjadi saham dengan kontribusi negatif terbesar terhadap IHSG.

IDX Weekly Statistics


BYAN Memberikan Tekanan Terbesar

Harga saham BYAN turun 12,48% selama sepekan.

Dengan kapitalisasi pasar free float sekitar Rp85,79 triliun, pergerakan BYAN memberikan kontribusi sebesar -28,09 poin terhadap IHSG.

Di bawah BYAN terdapat BBRI yang turun 4,83% dan memberikan kontribusi negatif -23,33 poin terhadap IHSG.

BMRI turun 4,23% dengan kontribusi -14,68 poin, sementara TLKM turun 5,86% dengan kontribusi negatif -13,83 poin.

Daftar Saham dengan Kontribusi Negatif Terbesar ke IHSG

NoSahamPerubahan HargaMCFF (Rp triliun)Kontribusi IHSG
1BYAN-12,48%85,79-28,09
2BBRI-4,83%200,02-23,33
3BMRI-4,23%144,92-14,68
4TLKM-5,86%96,74-13,83
5BRMS-8,33%42,73-8,92
6IMPC-16,52%18,53-8,42
7BRPT-6,21%38,12-5,80
8ASII-2,70%83,09-5,29
9BREN-4,09%51,33-5,03
10BBNI-4,11%50,21-4,94

BBRI dan BMRI Juga Menjadi Pemberat

Dua saham perbankan besar, BBRI dan BMRI, juga masuk dalam daftar saham dengan kontribusi negatif terbesar terhadap IHSG.

BBRI turun 4,83% sepanjang pekan. Dengan kapitalisasi free float sekitar Rp200,02 triliun, penurunan saham tersebut memberikan kontribusi negatif 23,33 poin terhadap IHSG.

Sementara BMRI turun 4,23% dan memberikan kontribusi negatif 14,68 poin.

TLKM juga mengalami penurunan 5,86% dan memberikan kontribusi negatif 13,83 poin.

Baca:

Sejumlah Indeks Juga Melemah

Penurunan tidak hanya terjadi pada IHSG.

Indeks LQ45 turun 2,99%, IDX30 turun 3,38%, sedangkan IDX80 turun 3,27%.

Indeks IDX BUMN20 mencatat penurunan lebih besar, yakni 4,16%, sementara IDX Value30 turun 4,17%.

Dari kelompok sektoral, indeks sektor industri turun 5,48%, teknologi turun 3,96%, infrastruktur turun 4,10%, dan keuangan turun 2,41%.

Sementara itu, indeks sektor consumer cyclicals justru mencatat perubahan positif tipis sebesar 0,02%.

Sumber: IDX Weekly Statistics, Bursa Efek Indonesia, periode 21–25 September 2026.

Disclaimer: Artikel ini bertujuan sebagai informasi edukasi dan bukan  rekomendasi atau perintah jual atau beli saham tertentu. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Redaksi kuhuni.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi pembaca.

0 comments

Posting Komentar

Terbaru

      Konten Pilihan